Kupas Tuntas Kisi-Kisi dan Model Soal Bahasa Indonesia PSB SMA Unggul Del 2026
"Menjadi bagian dari SMA Unggul Del bukan sekadar impian, melainkan sebuah pencapaian yang memerlukan persiapan matang dari segala sisi akademik. Salah satu instrumen penting dalam seleksi masuk (PSB) SMA Unggul Del adalah Tes Literasi Bahasa Indonesia. Berbeda dengan tes pada umumnya, soal-soal di SMA Unggul Del menuntut kemampuan analisis yang tajam dan pemahaman mendalam terhadap struktur teks serta kaidah kebahasaan.
Banyak calon siswa yang sering kali meremehkan materi Bahasa Indonesia, padahal penguasaan terhadap jenis-jenis teks dan ketepatan ejaan menjadi kunci utama untuk meraih skor maksimal. Dalam menghadapi seleksi tahun 2026, pemahaman tentang Paragraf Deskripsi, Eksposisi, dan Argumentasi sangat krusial agar kamu mampu membedakan tujuan dari setiap bacaan yang disajikan.
Tak hanya itu, ujian ini juga menguji kepekaanmu terhadap fenomena terkini melalui Teks Berita, serta ketelitian dalam Dasar Penulisan yang harus sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) atau EYD terbaru. Tidak ketinggalan, aspek apresiasi dan analisis terhadap Teks Sastra juga menjadi bagian yang kerap muncul untuk menguji kedalaman rasa dan logika interpretasimu.
Melalui artikel ini, kami akan membedah satu per satu kisi-kisi materi tersebut, memberikan contoh model soal, serta strategi menjawabnya agar kamu lebih percaya diri saat hari ujian tiba. Mari persiapkan diri untuk menjadi angkatan selanjutnya di Sitoluama!"
Apa hal terakhir yang kamu minta dari chatbot AI? Mungkin kamu memintanya menyusun kerangka karya tulis untuk topik yang rumit atau sekadar membuat caption foto yang menarik? AI memang menawarkan kemudahan luar biasa. Namun, di balik kepraktisan itu, sejumlah ahli mulai mengajukan pertanyaan penting: apakah terlalu sering menyerahkan tugas berpikir pada AI justru membuat otak kita bekerja lebih sedikit? Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar. Awal tahun ini, Massachusetts Institute of Technology (MIT) menerbitkan sebuah studi yang menunjukkan bahwa peserta yang menggunakan ChatGPT untuk menulis esai memperlihatkan aktivitas lebih rendah pada jaringan otak yang berkaitan dengan proses kognitif.
Ide pokok paragraf tersebut adalah ....
A. AI bisa membantu kita dalam mengerjakan beberapa tugas atau pekerjaan
B. AI menawarkan kemudahan dalam mengerjakan tugas, seperti karya tulis atau caption
C. Kekhawatiran bahwa otak seseorang yang sering menggunakan AI bekerja lebih sedikit
D. Seseorang yang menggunakan ChatGPT untuk menulis esai memperlihatkan aktivitas lebih rendah pada jaringan otak yang berkaitan dengan proses kognitif
Ans : D
Fakta/ Opini
2. Bacalah teks berikut ini dengan saksama!
Apa hal terakhir yang kamu minta dari chatbot AI? Mungkin kamu memintanya menyusun kerangka karya tulis untuk topik yang rumit atau sekadar membuat caption foto yang menarik? AI memang menawarkan kemudahan luar biasa. Namun, di balik kepraktisan itu, sejumlah ahli mulai mengajukan pertanyaan penting: apakah terlalu sering menyerahkan tugas berpikir pada AI justru membuat otak kita bekerja lebih sedikit? Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar. Awal tahun ini, Massachusetts Institute of Technology (MIT) menerbitkan sebuah studi yang menunjukkan bahwa peserta yang menggunakan ChatGPT untuk menulis esai memperlihatkan aktivitas lebih rendah pada jaringan otak yang berkaitan dengan proses kognitif.
Kalimat fakta sesuai dengan paragraf tersebut adalah ....
A. Seseorang meminta AI menyusun kerangka karya tulis untuk topik yang rumit
B. Aktivitas jaringan otak peserta yang menggunakan ChatGPT untuk menulis esai lebih rendah
C. Terlalu sering menyerahkan tugas berpikir pada AI membuat otak kita bekerja lebih sedikit
D. AI tidak hanya digunakan untuk mengerjakan sebuah tulisan, tetapi juga gambar dan video
Ans: B
Pernyataan Benar/ Salah
3. Cermati teks berikut!
Apa hal terakhir yang kamu minta dari chatbot AI? Mungkin kamu memintanya menyusun kerangka karya tulis untuk topik yang rumit atau sekadar membuat caption foto yang menarik? AI memang menawarkan kemudahan luar biasa. Namun, di balik kepraktisan itu, sejumlah ahli mulai mengajukan pertanyaan penting: apakah terlalu sering menyerahkan tugas berpikir pada AI justru membuat otak kita bekerja lebih sedikit? Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar. Awal tahun ini, Massachusetts Institute of Technology (MIT) menerbitkan sebuah studi yang menunjukkan bahwa peserta yang menggunakan ChatGPT untuk menulis esai memperlihatkan aktivitas lebih rendah pada jaringan otak yang berkaitan dengan proses kognitif.
Menariknya, mereka juga kesulitan mengingat dan mengutip kembali isi esai yang mereka tulis, dibandingkan peserta yang mengerjakan tugas tanpa bantuan AI. Para peneliti menilai temuan ini sebagai sinyal awal adanya "tantangan mendesak dalam memahami potensi penurunan keterampilan belajar."
Studi tersebut melibatkan 54 mahasiswa dari MIT dan universitas di sekitarnya. Aktivitas otak mereka dipantau menggunakan elektroensefalografi (EEG), dengan elektroda yang ditempelkan di kulit kepala. Para peserta menggunakan AI untuk berbagai keperluan, mulai dari merangkum pertanyaan esai, melacak sumber, hingga memperbaiki tata bahasa dan gaya penulisan. AI bahkan diminta untuk membantu menghasilkan ide. Namun, beberapa peserta mengaku hasilnya tidak selalu memuaskan, terutama dalam hal orisinalitas dan kedalaman gagasan.
(Sumber:
Pernyataan yang tidak sesuai dengan teks di atas adalah ....
A. Jika kamu ingin cepat mengerjakan sebuah karya tulis, kamu bisa menggunakan ChatGPT dengan mudah
B. Jika kita menggunakan ChatGPT dalam mengerjakan sebuah karya tulis, kita tentu lebih sulit mengingat isi karya tulis tersebut
C. kemudahan yang ditawarkan AI untuk menghasilkan sebuah ide tidaklah selalu memuaskan
D. otak pengguna AI dipantau untuk mengukur orisinalitas dan kedalaman gagasan dalam menghasilkan sebuah karya
Ejaan Bahasa Indonesia
Cermati cuplikan teks berikut untuk mengerjakan soal nomor 4 s.d. 5! (1) Pemerintah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp70 trilliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa dan siswi sekolah. (2) Asupan makanan bergizi, khususnya bagi anak yang lebih membutuhkan, diharapkan dapat meningkatkan status gizi mereka sehingga berdampak terhadap derajat kesehatan dan kualitas pembelajaran
(3) Jutaan ton beras, daging, telur, ikan, sayur-mayur, dan buah-buahan, serta jutaan liter susu yang diberikan secara gratis setiap hari sepanjang masa sekolah diperkirakan dapat memenuhi sebagian kebutuhan gizi anak-anak tersebut. (4) Program ini diharapkan juga membuka lapangan kerja baru terkait dengan kebutuhan pengadaan dan produksi bahan-bahan pangan, seperti beras, daging, ikan, telur, sayur-mayur, dan buah-buahan.
(5) Demikian pula, aktivitas penyiapan dan distribusi makanan yang disajikan kepada para siswa-siswi di sekolah menyerap tenaga kerja di seluruh pelosok Tanah Air. (6) Pemberian makanan secara gratis dapat meringankan beban finansial keluarga untuk membeli bahan bekal makanan bagi anak setiap hari.
(7) Potensi dampak program MBG lebih dari sekedar kecukupan gizi anak sekolah. (8) Program tersebut dapat menumbuhkan kebiasaan makan yang lebih sehat dan menyenangkan. (9) Perilaku makan tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan fisiologis, melainkan juga oleh aspek psikososial, seperti suasana hati, kebiasaan, dan norma budaya.
(10) Makan bersama di sekolah dapat menjadikan makanan sebagai sumber kegembiraan dan menciptakan relasi yang sehat dengan makanan, selain mencukupi kebutuhan tubuh. (11) Waktu makan bersama harus cukup longgar sehingga anak dapat menikmati makan dengan nyaman.
(12) Memaksa anak untuk selalu menghabiskan makanan dapat membuat mereka kehilangan kemampuan alami untuk mengenal signal lapar dan kenyang, yang bisa memicu overeating pada masa mendatang.(13) Sekali waktu anak-anak perlu dilibatkan dalam memilih dan menyiapkan makanan bagi mereka. (14) Akan lebih menarik bagi anak untuk diajak mengeksplorasi rasa makanan dan apabila mungkin memodifikasi atau mengatur variasi makanan yang disantap sesuai dengan seleranya. (15) Anak yang merasa memiliki kontrol terhadap pilihan makanan akan lebih terbuka untuk mencoba makanan baru.
(Kompas, 21 Januari 2025)
4. Kalimat yang TIDAK efektif pada teks di atas adalah kalimat nomor ....
A. 2
B. 3
C. 6
D. 9
ANS: D
5. Kalimat yang secara keseluruhan menggunakan kata baku adalah kalimat nomor ....
A. 1
B. 5
C. 7
D. 12
ANS: B
Tabel dan Grafik
6. Cermatilah info grafis berikut!
A. Presentase anak laki-laki usia 7-17 tahun yang tidak melanjutkan sekolah dengan alasan sekolah jauh lebih rendah dibanding anak perempuan.
B. Anak usia perempuan 7-17 tahun lebih merasa malu jika perekonomian keluarga tidak memadai dibanding anak laki-laki di usia yang sama.
C. Presentase tertinggi alasan anak perempuan usia 7-17 tahun tidak melanjutkan pendidikan adalah adanya keharusan dan paksaan untuk menikah di usia muda.
D. Selisih anak perempuan usia 7-17 tahun yang tidak melanjutkan pendidikannya dengan anak laki-laki karena mengurus rumah tangga adalah 5,62.
ANS: A
Baca Juga:
- Pendaftaran Peserta Didik Baru SMA Plus Riau Tahun Ajaran 2022/2023 & Download Kumpulan Soal-soal Latihan
- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Terpadu Krida Nusantara Tahun Pelajaran 2025/2026
- Kumpulan Soal-soal Seleksi Masuk SMA Taruna Nusantara Magelang + Prediksi Soal
- Penerimaan dan Pengumuman Akhir Peserta Didik Baru Angkatan ke XI SMA NEGERI 2 PLUS Lintongnihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan T.A 2025/2026
- SELEKSI UJIAN AKADEMIK DAN PSIKOLOGI SMA UNGGULAN CT FOUNDATIOAN, DELI SERDANG TAHUN AJARAN 2025/2026
- Seleksi Penerimaan Siswa Baru Angkatan XXXIV TA. 2025/2025 SMA PLUS TB.YASOP BALIGE
- INFORMASI PENDAFTARAN UJIAN MASUK SMA UNGGUL DEL ANGKATAN XIv T.A 2025/2026 : SIAP DARI SEKARANG



Leave a Comment